Langkah-langkah Menyungging Wayang Kulit – Andasari

Kegiatan menyungging wayang kulit memerlukan berbagai pengetahuan pendukung yang terdiri dari pengetahuan bahan, dengan memiliki pengetahuan bahan ini akan diperoleh bahan sungging yang baik dan tepat sesuai dengan penggunaannya. Pengetahuan tentang ilmu warna, dengan memiliki pengetahuan ini dapat membuat kombinasi-kombinasi warna yang baik dengan campuran-campuran warna yang sempurna, sehingga akan memperoleh hasil yang memuaskan. Tidak ketinggalan suatu yang harus dimiliki adalah ketrampilan dalam menyungging, hal ini yang harus dilatih sedikit demi sedikit, karena masalah ketrampilan ini hanya akan dimiliki oleh seseorang bila melalui belajar dan latihan secara terus menerus, sehingga menjadi biasa melakukan. Dalam kegiatan di kerajinan kulit tatah sungging diketahui bahwa untuk dapat menguasai berbagai teknik dalam menyungging wayang diperlukan lebih kurang 8640 jam. Perajin harus berlatih selama tiga tahun dalam delapan jam setiap harinya (Sunarto, 1997: 166). Di samping itu juga dipengaruhi pula oleh sifat atau karakter seseorang, jika seseorang yang belajar menyungging wayang itu halus peringainya, akan menghasilkan sunggingan wayang yang berkualitas tinggi yang halus, ngrawit dan ngremit, tetapi jika seseorang itu berwatak kasar akan menghasilkan sunggingan wayang yang kasar pula.
Sebfclum proses menyungging wayang dimulai ada beberapa hal yang dilakukan sebagai pendahuluan, yaitu kegiatan menghaluskan permukaan kulit kerbau yang telah menjadi wayang gebingan itu dengan pengamplasan atau menggunakan bekas rumah kerang yang disebut dengan kuwuk. Caranya dengan menggosok-gosokan searah bagian punggung kulit kerang itu pada permukaan kulit, namun perlu diperhatikan kegiatan menggosok ini dilakukan secara berhati-hati dan pelan-pelan terutama pada bagian tatahan yang lembut dan halus, seperti pada bagian rambut, bagian jarik (dodot) dan sebagainya Jika permukaan kulit telah mengkilap, padat dan rata maka kegiatan persiapan mcnyuhgging wayang ini telah dianggap cukup (Sagio dan Samsugi, 1991 : 162-163) Langkah-langkah dalam menyungging wayang kulit dapat dilakukan sebagai berikut

a. Andasari (Dasaran)
Andasari merupakan kegiatan yang paling awal dalam proses menyungging wayang kulit, yaitu memberi warm dasar pada seluruh bidang wayang kulit secara merata dan tipis. Umumnya menggunakan warna dasar putih yang dicampur dengan sedikit warna kuning. Andasari ini dapat pula menggunakan warna putih atau warna kuning saja. Secara tradisional digunakan dengan wama putihan balung, tetapi pada saat ini dapat menggunakan bahan pewama lainnya yang mudah diperoleh pada masa sekarang, hal ini sesuai dengan kondisi sekarang yang inginnya serba cepat dan tidak perlu repot. Fungsi utama dari kegiatan andasari ini adalah untuk membuat pondasi atau dasar bagi warna-warna selanjutnya dalam menyungging wayang kulit, di samping itu juga berguna untuk menutup pori-pori kulit, sehingga akan tampil dengan mulus dan halus. Suatu yang peting untuk diperhatikan dalam kegiatan ini adalah jangan sampai dasaran ini ngenthos atau wama yang diulaskan kurang cairan atau terlalu kering. Jika terjadi demikian harus di kelupas dan dimulai lagi dengan mengamplas. Hal ini akan berpengaruh buruk dalam proses selanjutnya, yaitu wama akan nglothok (terkelupas), retak-retak dan ada kalanya justru kulit yang akan nglunihung (berkelok-kelok). Dalam kegiatan andasari ini perlu diupayakan agar semua lubang tatahan jangan sampi tertutup oleh cat da.saran, cara yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan dengan membuat bahan dasaran encer, dengan dikuaskan berulang-ulang. Berikutnya permukaan kulit yang telah menjadi wayang itu dihaluskan lagi dengan cara di gosok-gosok dengan rumah kerang, hingga menjadi mengkilap dan licin. Ada kalanya bagian kulit tertentu tidak dapat balus setelah didasari. Bila terjadi hal yang demikian ini bagian kulit tersebut harus  dihaluskan  dengan  amplas.
Sesungguhnya  baik  buruknya  kulit  yang  akan disungging ini dipengaruhi pula oleh kadar air yang ada dalam kulit, jika kadar aimya rendah kulit akan mudah halus tetapi sebaliknya jika kadar aimya masih tinggi kemungkinan licin dan halus cukup sukar dicapai.