Bahan Perekat Modern

Bahan perekat modem yang dimaksudkan disini adalah bahan-bahan perekat yang dapat digunakan secara praktis dan mudah dalam penggunaannya. Pada awalnya jenis perekat ini tidak diperuntukan dalam kegiatan sungging wayang kulit, tetapi karena adanya suatu kejadian yang membuat tidak seimbangannya antara beaya produksi dan harga jual, maka terjadi pencarian bahan yang lebih murah dan praktis. sehingga dapat menekan beaya produksi. Jenis perekat modern yang dimaksudkan adalah perekat polyvinil asetat atau lem putih yang lazim digunakan dalam industri perkayuan. Karena memiliki daya rekat yang baik, kemudian dicoba digunakan untuk merekatkan warna-warna dengan cara mencapur bahan pewarna dan perekat PVA ini. Caranya terlebih dulu lem PVA dicairkan dengan menambahkan air tawar dan dicampur secara merata. Campuran ini hingga mencapai kekentalan tertentu atau hampir sama dengan getah pohon karet. Jenis perekat ini cukup baik, namun hanya memiliki masa pakai yang rendah, karena mudah mengkristal dan cepat mengering. Kekurangan dari jenis perekat jika digunakan untuk menyungging wayang kulit adalah jika bagian dari bidang sungging itu terlipat, maka warnanya akan mengelupas. Jika bagian yang mengelupas itu di tarik, maka wama itu akan terangkat hingga warna dasarnya, sehingga nampak kulit aslinya yang bersih seakan belum pernah di warna.
Bahan perekat modern lain yang telah lama digunakan dalam menyungging wayang adalah vernis. Pada masa lalu jenis perekat ini digunakan untuk jenis wayang kulit yang berkualitas kasar. Umumnya digunakan untuk warna-waran hingga untuk perekatan broms (warna kuning emas). Penggunaan vernis ini membuat warna sunggingan sangat mengkilap (glosy) nampak seperti basah kena air. Jika terkena sinar akan mematulkannya dan wama-wamanya tidak kelihatan. Khusus untuk merekatkan broms (warna kuning emas) digunakan pula dengan thiner (super), akan lebih cemerlang dengan daya rekat cukup tinggi.
Bahan perekat yang dibutuhkan dalam sungging wayang kulit adalah jenis perekat yang dapat menyatu dengan sifat kulit binatang, mengingat kulit binatang itu memiliki pori-pori yang mampu menyerap dan mengeluarkan uap air. Jika perekat yang digunakan memiliki sifat menutup kurang sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh kulit binatang yang merupakan bahan utama dalam wayang kulit. Bahan perekat modem yang telah diuraikan di atas belum dapat mengalahkan kualitas ancur, baik ancur lempeng maupun ancur mutiara, Bila saat sekarang ada sementara orang yang mau menggunakan bahan modern seperti pelekat PVA, dikarenakan hanya memburu praktis saja, tetapi bila memperhatikan kualitas hasil akhirnya, tentu akan berpikir dua kali. Oleh karena itu dalam sungging wayang kulit hingga saat ini masih mempertahankan bahan-bahan perakat tradisional yang telah teruji kualitasnya sejak nenek moyang. Bahan lain yang sekarang ini diganti dengan bahan modern umumnya dikarenakan telah kesulitan untuk mendapatkannya, sehingga harus diganti dengan bahan yang mudah diperoleh pada saat sekarang, dengan tanpa mempertimbangkan aspek kualitasnya.